Home Berita LLDIKTI Prof. Herri: Kaprodi, Ujung Tombak Peningkatan Mutu dan Daya Saing Lulusan

Prof. Herri: Kaprodi, Ujung Tombak Peningkatan Mutu dan Daya Saing Lulusan

496
0
SHARE
Prof. Herri: Kaprodi, Ujung Tombak Peningkatan Mutu dan Daya Saing Lulusan

LLDIKTI Wilayah X menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Program Studi bagi pengelola program studi yang berasal dari PTS di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Sebanyak 87 orang pengelola program studi hadir sebagai peserta pada kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Pangeran Pekanbaru dari tanggal 14-16 November 2019.

Pelatihan ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman kepada ketua program studi tentang penyelenggaraan dan pengelolaan program studi seiring dengan tuntutan pendidikan tinggi di era revolusi 4.0.

Kepala LLDIKTI Wilayah X Prof. Dr.Herri, MBA dalam sambutannya mengatakan bahwa di lingkungan LLDIKTI Wilayah X terdapat 252 Perguruan Tinggi Swasta dengan jumlah program studi sebanyak 947 program studi.

“Dalam dekade tahun 2018-2019 cukup banyak penambahan program studi yang tentunya diperlukan pembekalan kepada ketua program studi. Sebagaimana diketahui bahwa Ketua Program Studi merupakan ujung tombak bagi perguruan tinggi untuk memajukan dan meningkatkan mutu lulusannya agar memiliki daya saing,” kata Prof. Herri.

Dijelaskan Prof. Herri kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka penguatan pengelolaan program studi. Kita tahu, bahwa tugas dan fungsi Ketua Program Studi sangat luas yang meliputi perancangan, pembelajaran, kurikulum, memonitor pembelajaran setiap mata kuliah sesuai kurikulum (kualitas pembelajaran), revisi kurikulum sesuai perkembangan kebutuhan (profesi) yang disesuaikan pula dengan kebutuhan masyarakat akan jenis kompetensi tertentu (relevansi) agar lulusan yang dihasilkan memiliki mutu dan daya saing dan meningkatnya peringkat akreditasi.

“Untuk itu para peneglola program studi harus memiliki kemampuan yang tidak hanya dari sisi manajerial, akan tetapi juga kompetensi pengelolaan akademik yang tinggi,” ungkap Prof. Herri.

Lebih lanjut, Prof. Herri menjelaskan terkait mutu pendidikan tinggi sudah tidak bisa ditawar lagi. Mutu lulusan yang dibutuhkan dunia industri untuk mengisi pasar kerja semakin tinggi. Oleh sebab itu, pengelola program studi harus menyesuaikan kurikulum dan meningkatkan mutu proses pembelajaran.

Hadir sebagai narasumber Prof. Dr. Efrizal Syofyan, Dr. Rahmi Fahmy, Dr. Rusfindra, dan Dr. Lusi Susanti. (Syahril)