Home Berita PT Seminar nasional dihadiri oleh Ketua APTISI Wilayah X-A

Seminar nasional dihadiri oleh Ketua APTISI Wilayah X-A

345
0
SHARE
Seminar nasional dihadiri oleh Ketua APTISI Wilayah X-A

APTISI wilayah X-A Sumatera Barat mengadakan seminar nasional dengan pembicara Direktur Pembelajaran Ditjen Belmawa Kemenristekdikti Dr. Ir. Paristiyanti Nurwandani, MP, Kepala LLDIKTI Wilayah X Prof. Dr. Herri, MBA di UPI Convention Center Kampus Universitas Putra Indonesia YPTK, Rabu (31/7).

Seminar nasional dihadiri oleh Ketua APTISI Wilayah X-A, Herman Nawas, Sekretaris APTISI Wilayah X-A, Prof. Dr. Ir. Novirman Jamarun, pengurus yayasan penyelenggara PTS, dan pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci alquran, dzikir asmaul husna, dan doa bersama.

Prof. Novirman selaku ketua panitia seminar nasional menyampaikan rasa terima kasih atas partisipasi yang sangat luar biasa dari seluruh peserta.

"Insya Allah dengan adanya acara ini dapat mempererat silaturahmi di antara seluruh perguruan tinggi swasta khususnya yang ada di Sumatera Barat, ucap Prof. Novirman.

Ketua APTISI wilayah X-A, Herman Nawas mengatakan kita harus meningkatkan kolaborasi antara yayasan, pimpinan perguruan tinggi, dan dosen sehingga menghasilkan suasana yang kondusif di perguruan tinggi.

Suasana yang kondusif insya Allah akan meningkatkan kualitas dari perguruan tinggi tersebut. Herman Nawas juga menyampaikan terima kasih atas kesediaan Direktur Pembelajaran Ditjen Belmawa Kemenristekdikti Dr. Ir. Paristiyanti Nurwandani, MP dan Kepala LLDIKTI Wilayah X Prof. Dr. Herri sebagai pembicara pada seminar nasional hari ini.

Prof. Herri selaku pembicara menyampaikan tentang peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi swasta melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Prof. Herri mengatakan bahwa SDM yang berkualitas adalah aset organisasi yang paling berharga. Sebaliknya, jika tidak berkualitas akan menjadi beban organisasi.

Prof. Herri menekankan agar semua perguruan tinggi meningkatkan kualitasnya dan siap akan tantangan revolusi industri 4.0.

Sementara itu, Dr. Paristiyanti menyampaikan tentang strategi perguruan tinggi agar dapat bersaing pada era digital.

"Nanti, peran manusia bisa digantikan oleh mesin ataupun robot. Oleh karena itu, perguruan tinggi pun harus siap dengan segala perubahan yang terjadi," ungkap Paris. (UPI Rilis)