Home Berita LLDIKTI PCR Raih Terbaik III Anugerah Widyapadhi Politeknik Sub Kategori Manajemen Inovasi

PCR Raih Terbaik III Anugerah Widyapadhi Politeknik Sub Kategori Manajemen Inovasi

183
0
SHARE
PCR Raih Terbaik III Anugerah Widyapadhi Politeknik Sub Kategori Manajemen Inovasi

Direktur Politeknik Caltex Riau menerima penghargaan IPTEK 2019 pada acara Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 di Bali, Selasa (27/8).

Penghargaan tersebut adalah Anugerah Widyapadi Politeknik yang diterima langsung oleh Direktur Politeknik Caltex Riau Dr. Dadang Syarif Sihabudin Sahid, S.Si., M.Sc. dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada malam apresiasi Hakteknas ke - 24 yang berlangsung Selasa malam di Kampus ISI Denpasar, Bali.

“Alhamdulillah, ini adalah penghargaan untuk kita semua, terima kasih untuk semua civitas akademika PCR atas kontribusinya selama ini, terkhusus kepada tim BP3M, PUT dan Inkubator Bisnis yang telah mempersiapkan dokumen, data sejak tiga bulan lalu,” ujarnya.

Direktur juga mengatakan bahwa Politeknik Caltex Riau merupakan satu-satunya perwakilan dari Sumatera yang meraih penghargaan IPTEK pada tahun ini.

“Dari 13 kategori anugerah, PCR merupakan satu-satunya dari Sumatera yang berhasil meraih anugerah. Tahun ini, PCR meraih peringkat III pada kategori Widyapadhi Politeknik sub kategori manajemen inovasi,” imbuhnya.

Finalis Anugerah Widyapadhi 2019 kategori Politeknik dipilih berdasarkan laporan data inovasi yang dikirimkan ke Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi. Pada tahap pertama, terdapat 10 Politeknik yang menjadi nominasi, di antaranya Politeknik Caltex, Politeknik Jambi, dan Politeknik Negeri Bengkalis yang merupakan perwakilan LLDikti Wilayah X. Semua politeknik mengirimkan presentasi terkait kebijakan dan produk inovasi yang dihasilkan. Hingga akhirnya diumumkan 6 Politeknik yang diundang untuk presentasi di Jakarta.

Dari keenam Politeknik tersebut, Politeknik Caltex Riau merupakan satu-satunya perguruan tinggi vokasi yang berasal dari luar Jawa. Perwakilan PCR yang mempresentasikan pengelolaan dan kebijakan inovasi PCR dilakukan oleh Wakil Direktur Bidang Pemasaran, Kerja Sama dan Alumni, Muhammad Ihsan Zul.

Dadang menambahkan, prestasi yang diraih ini menunjukkan bahwa sistem manajemen kinerja, kebijakan dan program-program yang telah dijalankan selama ini telah berjalan dengan baik.

“Indikator kinerja seperti jumlah artikel pada jurnal nasional dan internasional, jumlah inovasi yang dipatenkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” tambahnya.

Penganugerahan Karya Iptek dan Inovasi Nasional diberikan kepada perguruan tinggi vokasi dan non-vokasi, industri, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, lembaga litbang, insan akademik, aktor-aktor inovasi dan masyarakat umum dalam menghasilkan inovasi.

Perguruan tinggi vokasi yang meraih Widyapadhi sub kategori manejemen inovasi peringkat I diraih oleh Politeknik Negeri Semarang (Polines) dan peringkat II diraih oleh Politeknik TEDC Bandung.

Widyapadhi merupakan Anugerah Iptek yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti dalam rangka mengapresiasi perguruan tinggi dalam membangun sistem inovasi melalui penguatan kebijakan, kelembagaan, sumber daya, dan jaringan inovasi untuk menghasilkan produk inovasi.

Dalam buku pedoman teknis penilaian Anugerah Iptek Widyapadhi disebutkan tujuan dari penyelenggaraan Anugerah Iptek adalah memberikan apresiasi dan penghargaan kepada perguruan tinggi atas prestasinya dalam memanfaatkan segala potensi yang dimiliki dalam upaya mendukung penguatan inovasi untuk kemandirian bangsa.

Selain itu, tujuan lainnya adalah memberikan dorongan kepada sivitas akademika agar dapat terpacu dalam meningkatkan inovasi, baik sebagai individu maupun kelembagaan, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian bangsa, memetakan performa penguatan inovasi di perguruan tinggi, menjadikan penguatan inovasi sebagai bahan dalam perumusan, penetapan, evaluasi dan monitoring kebijakan, program dan kegiatan pengembangan perguruan tinggi serta menjadikan performa inovasi perguruan tinggi sebagai alat dalam proses harmonisasi berbagai kebijakan dan program pengembangan perguruan tinggi. (rls PCR)