Home Berita LLDIKTI LLDIKTI Wilayah X Gandeng KPK Tanamkan Nilai Antikorupsi

LLDIKTI Wilayah X Gandeng KPK Tanamkan Nilai Antikorupsi

131
0
SHARE
LLDIKTI Wilayah X Gandeng KPK Tanamkan Nilai Antikorupsi

Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelenggarakan Training of Trainer (ToT) Persiapan Implementasi Pendidikan Antikorupsi (PAK) di perguran tinggi, Selasa (30/7).

Sebanyak 55 orang dosen pengampu mata kuliah antikorupsi perwakilan dari PTN dan PTS di lingkungan LLDIKTI hadir sebagai peserta.

Dalam sambutannya, Kepala LLDIKTI Wilayah X Prof. Dr. Herri, MBA mengatakan ToT PAK ini dilaksanakan dalam rangka penguatan kapasitas dosen pengampu mata kuliah PAK dan membentuk kemampuan calon dosen dalam mengimplementasikan Pendidikan Antikorupsi (PAK) di perguruan tinggi.

“Untuk implementasi PAK di perguruan tinggi, KPK telah menyiapkan modul dan berbagai instrumen untuk pengajaran pendidikan antikorupsi sebagai pegangan dosen pengampu,” ucap Prof. Herri.

Menurut Prof. Herri, ada 3 alternatif dalam memasukkan PAK dalam kurikulum. Pertama, PAK dapat dijadikan mata kuliah mandiri. Kedua, PAK dijadikan sebagai mata kuliah pilihan, dan ketiga, insersi dalam mata kuliah, yaitu memasukkan nilai-nilai antikorupsi tersebut dalam pembelajaran.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Tim Satgas Pendidikan Tinggi dan Kementerian Lembaga KPK Muhammad Indra Furqon menyampaikan bahwa output pelaksanaan ToT PAK adalah untuk menghasilkan model-model Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), baik untuk Pendidikan Antikorupsi sebagai mata kuliah mandiri ataupun sisipan serta diharapkan dosen mendapatkan knowledge yang memadai sebagai bekal pengajaran PAK.

Tentang korupsi, Indra mengatakan tidak cukup dengan tangkap dan menangkap saja. Melalui perguruan tinggi, mari ciptakan generasi muda yang berkarakter dan memiliki integritas. Ini kewajiban kita, tugas mulia kita dalam mewujudkan nilai-nilai integritas.

Menurutnya, PAK ini berbeda dengan matematika, fisika, kimia atau ilmu lainnya. Pendidikan antikorupsi lebih ditekankan kepada sikap dan menanamkan nilai-nilai integritas. Hindari perilaku curang dengan tidak merasionalisasikan sesuatu yang memang bukan hak kita.

Sementara itu, Prof. Nanang T. Puspito perintis serta pengampu mata kuliah PAK di ITB mengatakan di perguruan tinggi memasukkan PAK dalam kurikulum memang tidak mudah, tetapi kita harus melaksanakannya.

Mata kuliah ini harus didisain menarik. Dibutuhkan dosen yang mampu menjadi motivator dan fasilitator. Selain itu, agar antusiasme mahasiswa dan kelas menjadi hidup, maksimalkan dengan diskusi, demonstrasi, dan praktik.

“Metode pembelajarannya bisa dalam bentuk debat, drama, kuliah umum, kunjungan ke Tipikor, dan kegiatan kreatif antikorupsi seperti lomba debat, aksi antikorupsi tentang perilaku koruptif. Dalam ujian, sifatnya menggali opini mahasiswa atau perdebatan tentang kasus-kasus korupsi,” terang Prof. Nanang.

Tujuan mata kuliah PAK ini sebenarnya adalah untuk memberikan pengetahuan serta menanamkan nilai-nilai kejujuran serta integritas. Mari menjadi orang antikorupsi dan menghindari perilaku koruptif,” ujarnya. (Subbag TUBMN)


Paparan narasumber dapat diunduh pada tautan berikut:

Pendidikan Antikorupsi