Home Berita LLDIKTI LLDIKTI Wilayah X Fasilitasi Kerja Sama PTS dan Kadin Sumbar

LLDIKTI Wilayah X Fasilitasi Kerja Sama PTS dan Kadin Sumbar

163
0
SHARE
LLDIKTI Wilayah X Fasilitasi Kerja Sama PTS dan Kadin Sumbar

LLDIKTI Wilayah X terus berupaya dalam meningkatan mutu lulusan perguruan tinggi. Kali ini, LLDIKTI Wilayah X memfasilitasi pertemuan antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sumatera Barat dengan pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Kepala LLDIKTI Wilayah X Prof. Dr. Herri, MBA mengatakan kualitas alumni perguruan tinggi itu berbanding lurus dengan daya saing bangsa. Semakin berkualitas pendidikan tinggi kita maka daya saing bangsa akan semakin meningkat. Artinya, anak bangsa kita bisa sejajar kompetensinya dengan bangsa lain. Dengan inilah, kita bisa survive dalam globalisasi.

Menurut Prof. Herri PTS memiliki peran yang sangat strategis dalam peningkatan SDM. Di Sumbar ada 100 PTS dengan jumlah mahasiswa sekitar 110 ribu. Angka ini jauh di atas jumlah mahasiswa di PTN. Di Indonesia, 60 persen sarjana dihasilkan oleh pihak swasta.

“Rendahnya kualitas SDM masih terlihat pada kompetensi, rendahnya pengalaman, budaya kerja, dan semangat kerja. Kondisi ini membuat lemahnya daya saing kita,” ucap Prof. Herri saat pertemuan dengan Kadin Sumbar dan pimpinan PTS di ruang sidang lantai 2 LLDIKTI Wilayah X, Kamis (22/8).

Kepada Kadin dan pimpinan PTS, Prof. Herri mengajak agar memanfaatkan kesempatan ini untuk saling berdiskusi dan mengupayakan kerja sama dalam rangka meningkatkan kualitas lulusan PTS di Sumbar.

“Masyarakat, industri, dan perguruan tinggi tentunya akan beruntung memiliki lulusan yang berkualitas. Bangsa Indonesia beruntung karena memiliki lulusan yang memiliki kompetensi sesuai bidang ilmunya dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” terang Prof. Herri.

Ketua Umum Kadin Sumbar Ramal Saleh mengungkapkan rasa sedih terhadap lulusan yang telah lulus tetapi tidak berhasil memasuki dunia kerja. Bayak yang tamat, banyak yang menganggur.

Menurutnya, kita tahu bahwa pemerintah sudah mewajibkan mata kuliah kewirausahaan di perguruan tinggi, dengan harapan lulusan Indonesia bisa jadi pengusaha. Akan tetapi, menurut Ramal menjadi pengusaha itu seperti orang belajar berenang. Baca buku teori sampai hapal tetapi tidak pernah masuk kolam renang atau sungai, saya pikir kita tidak akan bisa berenang.

Untuk itu, kerja sama yang dirancang ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi lulusan perguruan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Misalnya dengan program magang yang disesuaikan dengan tuntutan kompetensi prodi masing-masing, kuliah umum atau kuliah reguler bersama pengusaha. Persentase pertemuannya, nanti bisa dibicarakan dengan perguruan tinggi.

Lebih lanjut Ramal menjelaskan, Kadin bisa bermitra dengan perguruan tinggi dalam melakukan riset dan pemanfaatan hasil penelitian dosen. Ini dilakukan agar riset peneliti dan hasil penelitian bisa bermanfaat di dunia usaha. Dunia usaha juga memungkinkan menyalurkan dana CSR untuk dana riset atau pelaksanaan KKN mahasiswa atau hal lain terkait persiapan lulusan perguruan tinggi yang siap pakai. Lapangan pekerjaan Indonesia terbatas, kita berharap perguruan tinggi di Sumbar melahirkan entrepreneur baru. (Subbag TUBMN)