Home Berita LLDIKTI Kuliah Daring, Prof Herri Ingatkankan PT Tetap Kedepankan Mutu

Kuliah Daring, Prof Herri Ingatkankan PT Tetap Kedepankan Mutu

120
0
SHARE
Kuliah Daring, Prof Herri Ingatkankan PT Tetap Kedepankan Mutu

Sekarang, kita berada dalam era komunikasi instan. Semua serba instan, sehingga merubah cara orang bekerja dan belajar. Hal ini dikenal dengan sebutan e-learning, distance learning, dan distance education.

Demikian disampaikan Kasubdit Pembelajaran Khusus Ditjen Belmawa Kemenristekdikti Uwes Anis Cheruman pada pembukaan Bimtek Pembuatan Konten E-Learning di aula lantai 3 LLDIKTI Wilayah X, Rabu (24/7).

Kegiatan ini merupakan kerja sama Ditjen Belmawa Kemenristekdikti dan LLDIKTI Wilayah X dalam rangka memberikan penjelasan tentang pembuatan konten e-learning bagi dosen di lingkungan LLDIKTI Wilayah X.

“Perkembangan teknologi berdampak pada penyelenggaraan pendidikan tinggi. Tentunya dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi tersebut, kita semua berharap dosen dapat mengenal lebih jauh sehingga bisa menerapkannya di bidang pembelajaran sesuai dengan kondisi zaman sekarang dan kebijakan Kemenristekdikti,” sebut Uwes.

Uwes mengatakan penerapan e-learning di perguruan tinggi diharapkan dapat memudahkan dosen mengemas bahan ajar dalam bentuk digital yang dilengkapi audio visual.  

Pada kesempatan tersebut, Kepala LLDIKTI Wilayah X Prof. Dr. Herri, MBA mengatakan penerapan e-learning merupakan anjuran pemerintah untuk melakukan pembelajaran secara blended learning. Jadi, tidak hanya perkuliahan tatap muka saja tetapi dapat menggunakan aplikasi-aplikasi yang sesuai dengan materi ajar untuk masing-masing mata kuliah. Tujuannya adalah peningkatan kualitas pendidikan dalam era revolusi Industri 4.0. Namun, perlu diingat dalam penerapannya kualitas atau quality assurance-nya tetap menjadi perhatian utama.

Melihat antusias peserta yang hadir, Prof. Herri menyampaikan kepada Kasubdit Pembelajaran Khusus Ditjen Belmawa Kemenristekdikti agar kegiatan serupa perlu dilaksanakan di tiap provinsi di wilayah kerja LLDIKTI Wilayah X.

“Sekitar 15 ribu dosen yang ada di LLDIKTI Wilayah X dipandang perlu untuk memahami apa dan bagaimana penerapan e-learning di kampus masing-masing. Penyamaan persepsi sangat penting untuk pelaksanaan e-learning sesuai dengan kebijakan Kemenristekdikti. Selain itu, pembuatan konten dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan tinggi serta meningkatkan APK juga menjadi perhatian kita bersama,” kata Prof. Herri.

Hadir sebagai narasumber tim pendidikan jarak jauh yang menyampaikan tentang kebijakan pendidikan jarak jauh, konsep dan strategi pembelajaran daring, dan praktik penyusunan konten mata kuliah hybrid learning. (Subbag TUBMN)